HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

DUNIAMU DUNIAKU

 


   Udara sejuk menyelimuti pagi. Embun-embun beterbangan dan menempel di daun-daun bunga matahari, yang perlahan-lahan jatuh menjadi tetesan-tetesan air.

   Burung emprit ikut menikmati pagi. Beterbangan hinggap dan lahap menyantap padi-padi yang sebentar lagi dipanen.

   Seorang petani sibuk mengusiri burung-burung emprit itu yang gratis dan seenaknya memakani padinya.

"Sayuhhhhhh!!!" Ucap petani itu mengusir burung-burung emprit.

   Petani yang tergolong masih muda. Umur 28 tahun dan masih melajang. Paijo nama aslinya. Tidak ada nama panjangnya. Kata ibunya, arti dari nama Paijo adalah seorang anak yang polos. Mungkin benar. Karena Paijo memang tumbuh menjadi pemuda yang polos.

   Paijo adalah anak tunggal alias anak semata wayang. Ayah dan Ibunya sudah tua sehingga Paijolah yang lebih sering bertani di sawah. Ingin ia merantau tetapi ia kasihan kepada kedua orangtuanya bila ditinggal pergi.

   Kepolosan Paijo amat terkenal di seantero desa Dadap. Hal yang membuat dia terkenal adalah ketika dia menolak cinta dari anak juragan beras di desanya. Padahal, orang tua dari anak itu berjanji akan memberikan sebagian dari hartanya untuk Paijo jika dia mau menikah dengan putrinya.

   Paijo punya filosofi sendiri tentang cinta, yaitu" Cinta ya cinta, cinta tidak bisa dipaksakan".

   Akibatnya, ia terus-terusan menjadi bujang tua. Gadis-gadis di desanya jadi menganggap Paijo adalah seorang laki-laki yang pemilih. Lambat laun Paijo galau juga tak kunjung menemukan pendamping hidup. Iva anak si juragan beras yang dulu suka padanya. Kini telah menemukan pendamping hidupnya.

"Jo, kapan kamu nikah? Umur sudah berkepala tiga masih juga melajang. Kamu sekarang nyesel kan dulu nolak si Iva?" Ucap ibunya.

"Iya bu".

"Ibu ngga tau jalan pikiran kamu jo".

   Hari-hari Paijo menjadi semakin tidak bersemangat. Mencangkul sawah pun rasanya malas-malasan. Ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk memancing ikan di sungai yang tak jauh dari sawahnya.

   Di atas batu sungai yang cukup besar, Paijo duduk sendiri di sana sembari menunggu umpannya disambar ikan. Saat ia sedang asyik melihat-lihat aliran air sungai yang riang. Ia melihat sebuah baju berwarna merah hanyut di aliran air sungai. Ia pun bergegas untuk mengambilnya.

"Wah, daster siapa ya? Lumayan nih buat ibuku".

   Tak berapa lama kemudian. Seorang perempuan yang hanya mengenakan kain jarit dari dada sampai mata kaki, terlihat berjalan menuju ke arahnya.

"Mas..mas, maaf, itu baju saya. Tadi waktu saya lagi nyuci di atas sana malah hanyut" Ucap perempuan itu yang ternyata masih muda.

"Oooh, ini baju eneng to, kirain baju siapa hanyut begini. Ini bajunya neng".

"Makasih ya mas, kalau masnya ngga ngambil baju ini, pasti udah hanyut entah ke mana. Tapi sebelumnya maaf, saya cuma pakai kain jarit, jadi malu, kurang sopan".

"Hehehe. Kalau di sungai mah wajar neng, ngga usah malu".

"Iya mas. Sebagai ucapan terima kasihku kepada mas. Nanti malam mas bisa ngga makan malam di rumah saya?".

"Terima kasih neng, sepertinya sih bisa, tapi rumah neng di mana ya?".

"Punya BBM ngga?".

"Punya neng".

   Perempuan itu dan Paijo kemudian saling berbagi pin BBM. Nama perempuan itu adalah Hani.

   Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Paijo gelisah menunggu BBM dari Hani.

"Ping!" Suara BBM dari ponsel Paijo berbunyi. Ternyata dari Hani.

   Hani memberitahu letak rumahnya kepada Paijo lewat BBM. Setelah Paijo mengetahui letak atau alamat rumah Hani, Paijo langsung bergegas dandan serapi dan semenarik mungkin. Parfum dan deodoran tak lupa ia pakai.

   Ia pergi tanpa pamit kepada orangtuanya. Orangtuanya sudah tertidur pulas.

"Rumah Hani letaknya di pinggir sungai ente? Perasaan dari dulu ngga ada rumah deh di pinggiran sungai ente?" Ucap Paijo dalam perjalanannya menuju rumah Hani.

"Mungkin dia orang baru di kampung ini".

   Agak merinding juga bulukuduk Paijo di perjalanan, karena dia harus melewati kebun kopi yang gelap dan sepi sebelum sampai ke rumah Hani.

"Kata orang di sini itu angker, banyak hantunya?" Ucap Paijo di dalam hati karena rasa takutnya semakin menjadi-jadi.

   Tak berapa lama kemudian. Senter yang ia bawa mati. Paijo tidak bisa melihat jalan.

"Sial!! pake mati segala nih senter. Hp juga lobet, sialannn!!!".

   Paijo berjalan selangkah demi selangkah dengan bantuan penerangan dari bulan. Langkahnya terhenti saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.

"Waduh, siapa ya yang menepuk pundakku? Ini pasti hantu" Ucap Paijo.

"Hantu? Ini aku jo, Hani".

   Paijo langsung menoleh kebelakang, yang ternyata memang Hani.

"Kamu kenapa jalan lurus terus? Bisa masuk sungai loh nanti. Nih rumah saya, ada di samping kanan kamu".

   Paijo agak kaget juga.

"Perasaan nggak ada rumah tadi".

   Paijo lalu diajak masuk ke dalam rumah. Hani tinggal sendirian di rumah itu, ayah dan ibunya sedang pergi ke luar kota. Menu makananpun sudah Hani siapkan di atas meja makan. Ada opor ayam, ayam bakar, sate, mendoan, bakwan, tegean, tumis pare dan lain-lain. Tak lupa sirup warna merah ikut berpartisipasi.

   Mereka berdua hanyut dalam keromantisan. Entah energi apa yang merayu mereka berdua sehingga mereka punya ide untuk saling suap-suapan makan. Padahal mereka bukan sepasang kekasih. Mereka juga baru saja kenal.


   Malam itu Paijo menginap di rumah Hani karena waktu sudah larut malam. Tapi yang namanya manusia, hanya berdua saja di rumah dan sepi. Setan bisa menggoda kapan saja. Malam itu, Paijo dan Hani melakukan hubungan terlarang dan terlelap berdua di atas ranjang.

   Pagi harinya. Paijo terbangun dari tidurnya. Ia terkejut saat mendapati dirinya tertidur di rerumputan di pinggir sungai ente.

"Kok saya bisa tidur di sini? di mana rumah Hani?" Ucap Paijo bertanya-tanya ketika dia tidak melihat satupun rumah di pinggir sungai ente itu.

   Rintikan hujan mengguyur pagi. Seakan memaksa Paijo untuk pergi dari tempat membingungkannya itu, melupakan kejadian di malam yang aneh. Tentang misteri Hani. Gadis cantik yang mampu memikat hati Paijo namun kini menghilang bersama tempat tinggalnya.

   Dengan langkah lunglai, Paijo berjalan pulang. Langkahnya diiringi hujan lebat yang dengan leluasa membasahi tubuhnya.

"Hani, siapakah kamu itu?" Ucap Paijo dalam hati.

   Sepanjang perjalanan pulang. Pikirannya hanya berisi tentang Hani, sampai ia tak sadar rumahnya telah terlewat 50 meter.

"Ya Alloh, aku cinta dengan gadis itu. Jika engkau mengirimkan dia untuk menjadi jodohku. Maka kiranya aku di pertemukan kembali dengan dia".

   Paijo mulai memasuki rumahnya yang sederhana, dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan lantainya belum berkeramik alias masih tanah. Suasana rumahnya sepi. Ayah dan ibunya mungkin sedang pergi ke sawah.

   Paijo kemudian masuk ke dalam kamarnya bermaksud untuk tidur. Saat ia duduk di atas kasurnya, ia melihat sepucuk surat tergeletak di atas bantal.

   Dibukalah surat itu. Pengirim dari surat itu membuat hati Paijo berbunga-bunga:

Untuk Mas Paijo,

Mas Paijo, katanya cinta itu buta. Mungkin memang benar. Tetapi, jika dunia kita berbeda akankah kita bisa bersatu? Jujur saja aku bukanlah seorang manusia. Aku adalah hantu penunggu sungai ente yang sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. Entah kekonyolan apa ini, makhluk halus bisa jatuh cinta. Baru kali ini aku jatuh cinta dengan seorang manusia. Orang itu adalah kamu mas.

Bersama surat ini aku juga ingin mengucapkan terimakasihku karena kamu telah menemaniku makan malam di rumah ghaibku dan memadu cinta dimalam yang indah. Aku menunggu jawaban dari kamu mas. Kamu bisa memberikan jawaban lewat BBM. Aku ini hantu modern 2017. Terima kasih. Salam hangat selalu

Dari Hani.

   Paijo senyum-senyum sendiri setelah membaca surat itu. Ia tak percaya jika Hani adalah hantu penunggu sungai. Jika dia hantu, mana mungkin dia punya BBM, DPnya lagi selfie di monas lagi. Paijo tidak butuh waktu lama untuk menjawab surat dari Hani. Ia langsung menjawabnya lewat BBM.

"I love you too Han. Aku juga mencintaimu. Tapi perihal status kamu yang katanya hantu penunggu sungai. Aku tidak percaya, di zaman yang modern seperti ini aku tidak percaya dengan hal yang seperti itu".

   Tak berapa lama kemudian, Hani membalas BBM dari Paijo.

"Aku sangat senang mendengar jawaban dari kamu. Tapi memang benar, aku ini dari alam lain. Jika kamu tidak percaya. Kamu bisa datang ke rumahku lagi nanti malam jam sembilan. Kita makan malam lagi untuk merayakan hari jadian kita".

"Ok. Aku pasti akan datang".

   Jam terasa berputar lebih cepat. Senja mulai menghampiri, Paijo sudah berdandan semaksimal mungkin untuk dinner kedua kalinya dengan Hani. Wanita misterius yang baru sehari kenal langsung jadian.

   Kali ini Paijo kepergok oleh ibu dan ayahnya.

"Mau kemana kamu jo? Dari kemarin perasaan kamu keluar malam terus, rapi lagi?" Tanya ibunya.

"Kamu jangan maksiat jo, ingat dosa" tambah ayahnya.

"Ngga kok bu, yah. Paijo mau pergi makan malam dulu sama cewek yang kirim surat tadi pagi itu".

"Ooh cewek itu. Kalau ngga salah namanya Hani ya? Moga aja kamu jodoh sama dia. Tapi, kamu mau makan malam di mana?".

"Ada dehhh".


   Paijo mulai berjalan menuju ke rumah Hani. Seperti biasa, ia harus melewati perkebunan kopi yang menyeramkan, gelap dan kata orang angker. Banyak yang mengalami kejadian mistis di tempat itu.

   Sebenarnya Paijo masih penasaran dengan rumah Hani yang menghilang tadi pagi. Tapi rasa cintanya menutupi semua pertanyaan dan rasa penasarannya itu.

   Sekarang Paijo telah sampai di depan halaman rumah Hani. Rumah yang tidak terlalu besar dan dindingnya terbuat dari anyaman bambu namun indah karena banyak ditanami bunga mawar dan melati.

"Rumahnya Hani ada lagi. Tadi pagi perasaan ngga ada".

   Paijo lalu mengetuk pintu rumah tersebut.

"Hani. Ini aku Paijo".

   Namun berkali-kali Paijo mengetuk pintu. Tidak ada jawaban dari Hani, Paijo lalu memutar gagang pintu rumah itu yang ternyata tidak di kunci. Bau bunga melati langsung menusuk masuk kehidung Paijo. Bulu kuduknya seketika berdiri.

"Jangan-jangan Hani hantu beneran?".

   Pintu tiba-tiba saja tertutup dan lampu menyala redup. Tampak seorang gadis berpakaian warna putih sedang duduk di kursi meja makan. Mukanya pucat dan tersenyum kearah Paijo.

"Mas, inilah aku yang sebenarnya. Aku kuntilanak penghuni sungai ini. Jika kamu takut padaku, kamu bisa pergi dan lupakan aku selamanya. Tapi jika tidak, ayo duduk berdua denganku menikmati malam yang indah ini".

   Paijo seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Kamu jangan menyamar gitu Han. Jelas-jelas di DP BBM kamu, kamu fotonya cantik. Di monas lagi. Mana ada hantu liburan ke monas".

"Lihat lagi DP BBMku".

   Paijo langsung mengambil ponsel yang ada di kantong celananya dan langsung melihat DP BBM Hani.

"Ahhhhhh!!!".

   Paijo terkejut saat DP BBM itu berubah jadi foto kuntilanak di bawah pohon bambu yang rindang dan tinggi. Sekarang ia percaya jika Hani memanglah kuntilanak.

"Sekarang kamu percaya kan? Sekarang keputusannya ada dikamu mas".

   Paijo terdiam sambil memandang wajah pucat Hani. Biarpun wajahnya pucat, kuntilanak lagi. Tetapi Hani tetaplah manis dan cantik. Terlebih ia sudah terlanjur jatuh cinta padanya.

   Paijo lalu berjalan menuju ke arah Hani dan duduk di hadapannya, rasa takutnya tertutupi oleh cinta.

"Aku mencintaimu Han. Aku ingin hidup bersamamu. Tetapi semua itu tidak akan terwujud karena kita berbeda dunia. Aku dan kamu berbeda. Kita tidak mungkin bisa bersama. Cinta ini terlalu rumit untukku dan mungkin untuk kamu".

"Aku sadari itu mas. Mungkin anganku yang terlalu tinggi untuk bisa bersama dengan seorang manusia, dunia kita memang berbeda. Aku sudah bisa menebak jawaban kamu" ucap Hani sambil menangis.

"Kamu jangan menangis. Kuntilanak yang menangis itu menakutkan loh, hehehehe. Meskipun kita tidak bersama, aku akan sering-sering menemuimu. Karena bagiku, cinta itu tidak harus memiliki. Cinta itu tidak harus menjadi suami istri. Cukup kita sering bertemu dan tertawa, itu sudah menjadi jelmaan cinta".

   Mereka berdua akhirnya menemukan titik terang. Cinta memang tidak bisa melawan takdir, hanya di sinetron saja cinta bisa melawan takdir.

   Di malam yang indah dan sepi, Paijo berpamitan pulang kepada Hani. Kali ini Hani merubah penampilannya lagi menjadi seorang manusia.

"Ya sudah Han. Sepertinya malam sudah semakin larut. Aku harus pulang ke rumah. Jika aku menginap di rumah kamu, pasti esok hari rumah kamu menghilang lagi kan?".

"Hehehe. Baiklah mas. Terima kasih telah menemaniku makan malam. Semoga ini bukan pertemuan yang terakhir untuk kita ya?".

   Paijo mulai berjalan pulang. Hani perlahan-lahan berubah menjadi kuntilanak lagi, rumahnya juga perlahan menghilang.

"Mas Paijo. Aku akan bereinkarnasi menjadi manusia. Sampai jumpa nanti".

   Hani lalu terbang dan pergi menuju ke suatu tempat. Tempat yang akan membuat dia menjadi manusia. Ke rumah dukun.

"Hai kunti. Ada apa kamu datang ke sini?".

"Aku ingin menjadi manusia. Jadikanlah aku menjadi manusia".

"Itu soal gampang. Tapi, untuk apa kamu menjadi manusia?".

"Itu Bukan urusanmu!!".

   Hani lalu memberikan segepok uang kepada dukun itu. Tetapi dukun itu tidak bisa langsung memulai ritual karena ritual itu hanya bisa dilakukan pada malam satu suro. Tepatnya satu bulan lagi.

Satu bulan kemudian. Mulailah Hani dan dukun itu memuai ritual. Ditancapkanlah sebuah paku ke atas ubun-ubun Hani si kuntilanak itu di sertai bacaan mantra-mantra. Perlahan-lahan Hani berubah menjadi sesosok gadis yang sangat cantik. Si dukun pun jadi terpesona.

Kini dia telah bereinkarnasi menjadi manusia. Perjalanan cintanya dengan Paijo akan dimulai lagi.


#ricuvani jum'at, 02 oktober 2020 13:42

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

KONTRAK CINTA

KUTUKAN CINTA