HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

DUNIAMU DUNIAKU Part 2


   Dunia berputar normal seperti biasanya. Hanya saja terasa tidak seperti biasanya untuk orang-orang yang sedang dalam masalah, untuk orang yang sedang memikirkan suatu hal. Seperti halnya Paijo, ia terlihat murung dan tidak bersemangat. Biasanya dipagi-pagi buta ia sudah pergi ke sawah, tapi 2 hari belakangan ini, dia seperti ayam sayur.

"Nak, ibu liatin, dari kemarin kamu kelihatan lesu, ada masalah apa?" Tanya ibunya.

   Paijo melihat ke arah ibunya, matanya sayu karena kurang tidur.

"Bu, aku ingin merantau ke ibukota, aku ingin menambah pengalaman dan juga mencari seorang pendamping hidup. Di desa ini, aku sudah tidak ada harapan lagi untuk meminang seorang gadis".

"Ya sudah, nanti ibu coba ngomong sama bapak kamu ya di sawah. Kamu sekarang istirahat saja di rumah, tapi sesekali bersih-bersih rumah. Biar lagi sedih, harus tetep rajin".

   Ibunya kini telah pergi ke sawah, Paijo lanjut bengong lagi. Dia memikirkan tentang Hani. Penyesalannya kenapa harus jatuh cinta dengan hantu. Sekuat apapun perasaan cintanya, mereka tidak bisa bersatu. Merantau adalah jalan satu-satunya agar bisa move on.

   Paijo masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil ponsel BBnya yang tergeletak di atas meja. Dibukalah menu BBM, terlihat ada riwayat chattingan dia dengan Hani. Foto profil Hani berubah menjadi seorang gadis cantik yang sedang duduk di gubuk sawah, kalau di lihat-lihat, gubuk tersebut adalah gubuk yang ada di sawah Paijo.

"Ini kunti memang cantik gak ketulungan. Ngambil foto kapan dia? Lama-lama aku takut juga, biar bagaimana pun juga, kuntilanak adalah hantu yang paling aku takuti".

   Segera di hapuslah akun BBM Hani dari kontaknya, ia ingin segera move on dan menjalani kehidupan cinta yang normal. Yaitu mencari cinta sesama manusia bukan makhluk halus.

   Senja kini telah tiba, Paijo sedang duduk di kursi ruang tamu sambil memakan singkong rebus, matanya sesekali melihat ke arah pintu masuk rumah, ia menunggu kedua orangtuanya yang belum juga pulang. Padahal jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam.

   Tak lama kemudian, terdengar suara orang mengobrol dari arah depan rumahnya. Didengar dari suaranya, mereka pasti kedua orangtuanya. Tapi sepertinya, terdengar ada suara seseorang lagi, yang suaranya juga tidak asing di telinga Paijo.

   Baru saja Paijo hendak membukakan pintu. Pintu sudah dibuka oleh ibunya.

"Assalamu'alaikum" ucap ibunya.

"Wa'alaikum salam....hahhhh!!!" Jawab paijo, tapi setelah itu dia terkejut, sampai-sampai singkong rebus yang sedang dimakannya jatuh. Ia terkejut dengan seseorang yang dibawa oleh kedua orangtuanya.

"Ha..ni, ka..kamu mau apa ke rumahku?" Tanya Paijo dengan pelan dan sedikit terbata karena takut, bulukuduknya juga mulai berdiri.

"Hay mas Paijo, apa kabar? Sudah 3 hari kita tidak bertemu" sapa Hani dengan senyumannya yang manis. Sial Paijo jadi gagal fokus".

   Entah apa yang terjadi hingga Hani bisa bersama dengan kedua orangtuanya, lebih mengejutkan lagi, Hani berniat untuk menginap di rumah Paijo. Paijo yang rasa penakutnya sudah tumbuh lagi, mencoba mengatakan kepada kedua orangtuanya bahwa Hani adalah kuntilanak penunggu sungai ente. Tetapi kedua orang tuanya tidak percaya, mereka malah tertawa terbahak-bahak.

"Hani itu diantar oleh bapaknya ke sawah untuk menemuimu nak, tapi berhubung kamu tidak ke sawah dan dia ingin menemani kami bersawah, ya sudah kami suruh dia nunggu di gubuk" ucap ibunya".

"Ooh, berarti foto profil BBM itu baru di ganti tadi pagi toh" ucap Paijo dalam hati.

   Malam beranjak tua, jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Paijo berkeringat dingin di atas ranjang, di dalam kamarnya. Ia takut Hani berubah menjadi kuntilanak dan masuk ke dalam kamarnya.

   Belum sempat rasa takutnya mereda, pintu kamarnya tiba-tiba di ketuk oleh seseorang. Tentunya orang tersebut adalah Hani, karena kedua orangtuanya pasti sudah tidur di jam-jam segini.

"A...ada apa Han?".

"Kita ke depan rumah yuk, aku tidak bisa tidur, kayaknya di luar udara malamnya sejuk".

   Paijo hendak menolak, tapi ia khawatir Hani masuk ke dalam kamarnya dengan berubah menjadi kuntilanak.

"Ya sudah, tapi janji ya, kamu jangan berubah menjadi kuntilanak. Jujur saja, aku fobia hantu".

   Hani menanggapinya dengan tertawa kecil dari balik pintu. Ia mengatakan, takkan menjadi kuntilanak lagi. Paijo merasa lega.

   Paijo keluar dari kamarnya dengan membuka pintu secara pelan-pelan, memastikan Hani tidak menjadi kuntilanak. Tapi baru saja pintu dibuka 10 cm, Hani mengagetkannya.

"Dorrrrrrr!!!".

   Jantung Paijo seakan mau copot. Selain penakut, ia juga mudah terkejut.

"Kamu bikin aku jantungan saja. Hampir copot!!" Ucap Paijo sedikit ngegas.

   Kini rasa takutnya berubah menjadi rasa terpesona kepada Hani. Hani memakai kaos berwarna pink ketat dan celana jeans cukup ketat juga, membuat pikiran Paijo menjadi mupeng. Ia jadi teringat bahwa dulu mereka pernah melakukan hubungan terlarang di rumah Hani. Yang bila dibayangkan, ia ingin mengulanginya lagi.

   Udara di luar rumah memang dingin-dingin sejuk. Sangat pas sekali buat saling berpelukan. Tetapi mereka enggan melakukannya, karena tiba-tiba mereka menjadi canggung.

   Untuk menghilangkan rasa canggung, Paijo membuka pembicaraan.

"Kita duduk yuk di kursi panjang itu" ajak Paijo sambil menunjuk kursi panjang yang ada di depan teras rumahnya.

"Oke".

   Mereka kini duduk berdua, bersebelahan, hanya terpisah jarak 10 cm. Seperti orang yang baru pedekate saja.

"Kamu kenapa ke sini Han? Jangan bilang ini soal perasaan cinta. Tentu saja kita tidak bisa bersatu, kita berbeda dunia".

   Hani menatap tenang ke arah paijo, senyuman manisnya mengalahkan senyuman Lisa Blackpink, si artis idolanya.

"Kita bisa bersatu kok, aku sudah seutuhnya menjadi manusia. Aku sengaja meminta bantuan dukun untuk menjadikanku manusia dengan cara memaku kepalaku dengan paku emas. Semua ini aku lakukan agar aku bisa hidup bersamamu mas Paijo".

   Paijo bengong, melongo seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Hani, walau dia pernah membaca sebuah artikel tentang cara agar kuntilanak menjadi manusia. Tapi Paijo pikir, itu hanyalah bualan semata.

"Bagaimana aku bisa percaya, ini seperti omong kosong, bukankah orang yang sudah mati itu tidak bisa hidup lagi?".

"Kamu besok ikut aku untuk bertemu dengan dukun yang menjadikanku manusia. Sekarang dia ku anggap seperti ayahku sendiri".

   Paijo mengiyakannya, ia harus melihat sendiri dan mendengar sendiri tentang kebenaran Hani yang kini katanya sudah menjadi manusia seutuhnya.

   Karena jarak ke rumah dukun tersebut lumayan jauh dari rumahnya, akhirnya Paijo meminjam sepeda motor milik temannya, dengan imbalan sewa, pulsa 100 ribu.

   Dengan motor klasik cb100 berwarna hitam, mereka menuju ke rumah dukun tersebut.

   Hani membonceng sambil memeluk bagian pinggang Paijo, Paijo yang orangnya gelian, merasa sedikit tidak nyaman.

"Sorry Han, pegangannya bisa ke jaket saya saja ngga? Soalnya geli".

   Hani malah menambah panjang pegangan tangannya, kini tangannya telah menyentuh ke perut Paijo, tapi anehnya malah jadi tidak geli.

"Kok malah jadi tidak geli ya? Malah jadi hangat, hehehe".

"Kamu jangan berpikiran jorok ya? Soalnya dadaku nempel di punggung kamu".

   Paijo panas dingin. Sepanjang perjalanan, tiap mengerem sepeda motornya, pasti ada rasa kayak empuk-empuk gitu yang memijat-mijat manja punggungnya. Tegang deh pala atas maupun bawah.


   Sekitar 30 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di depan rumah yang sederhana, dindingnya masih memakai papan kayu, atap gentengnya terlihat sudah menghitam karena terkena hujan, panas dan usia.

   Mereka mengetuk rumah tersebut, tak berapa lama kemudian, seorang pria sudah lanjut usia dengan rambut panjang sebahu dan sudah putih beruban, membukakan pintu.

"Eh kamu nak, ayo masuk, bawa pacarmu masuk juga ya".

   Paijo sebenarnya mau heran, kenapa dukun tersebut menganggap dia sebagai pacarnya Hani. Tapi Paijo berpikir, Hani pasti sudah menceritakan banyak hal tentang dia kedukun tersebut.

   Di dalam rumah tersebut nampak biasa saja, tidak seperti rumah-rumah dukun pada umumnya yang biasanya terdapat banyak sesajen, patung-patung, dll. Rumahnya lebih terlihat seperti rumah milik Paijo.

   Tanpa harus bertanya, dukun tersebut telah tahu maksud kedatangan mereka. Tentang kebenaran Hani.

"Nak Paijo. Hani yang sekarang sudah aku anggap sebagai anak sendiri, dia memang sudah seutuhnya menjadi seorang manusia. Dia bisa makan, minum dan tidur seperti manusia pada umumnya. Dia juga bisa melahirkan seorang anak apabila menikah. Rasa cintanya yang besar kepadamu, membuat dia rela meninggalkan dunianya, untuk bisa hidup di duniamu. Terimalah cintanya, dan nikahilah dia".

   Paijo menunduk sambil memejamkan matanya, ia seperti sedang berpikir keras. Hani melihatnya dengan wajah cemas. Ia takut cintanya akan ditolak oleh Paijo. Jika sampai hal itu terjadi, ia akan meminta ayahnya (dukun tersebut) untuk mengembalikan dia menjadi kuntilanak lagi, dan dia tidak akan pernah berinteraksi dengan manusia, khususnya laki-laki.

   Paijo mengangkat kepalanya, wajahnya ia palingkan ke arah Hani, tangan kanannya kemudian memegang tangan kiri Hani. Senyum ia sunggingkan dengan tulus.

"Kamu adalah cinta pertamaku, dan satu-satunya wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta. Aku kagum dengan ketulusan dan rasa cintamu yang besar kepadaku, hingga perbedaan dunia kita bisa kamu hancurkan. Mana mungkin aku akan menolak cinta seorang wanita yang sudah berjuang sejauh ini. Aku akan menikahimu, secepatnya".

   Tetes air mata bahagia mengalir di pipi Hani yang putih, bersih dan glowing. Perjuangan cintanya tidak sia-sia. Ini akan menjadi kisah cintanya yang kedua sebagai manusia. Yang pertama saat ia menjadi manusia sebelum mati dan menjadi kuntilanak. Yang kedua saat ia menjadi manusia setelah ia mati dan menjadi kuntilanak.

   Paijo adalah cinta keduanya, namun ia akan menjadi cinta terakhirnya. Cinta pertamanya hanyalah masa lalu yang sangat lalu. Dia dan cinta pertamanya mati saat berjuang melawan penjajah Belanda.

   Tepat tanggal 6 juni 2020, waktu yang sangat mendekati bulan purnama. Mereka berdua melangsungkan pernikahan. Mereka sengaja memilih waktu yang mendekati bulan purnama karena dipercaya bisa memberikan kemakmuran di dalam pernikahan. Langgeng sampai maut memisahkan. Selamat.

#ricuvani kamis, 08 oktober 2020 12:14

Komentar

  1. Menarik gan lanjutkan jarang yang bikin blog tentang cerpen

    BalasHapus
  2. Unik ceritanya, tapi agak merinding juga yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, aku juga merinding waktu nulisnya, soalnya dibuatnya malam2 😂😂

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

KONTRAK CINTA

KUTUKAN CINTA