HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

BLACK EYE Part 01

 


"Kau menyerah? Padahal petualangan baru saja dimulai dek" ucap Samonelast.

"Ya, sepertinya kau benar kak. Lihatlah, gerbang sekolah kita sudah terbuka lebar. Aku datang untuk belajar. Ku genggam erat cita-citaku ini mulai dari sekarang, dari kelas 2 SMA ini" ucap Ricuva.

"Hahahaha, bukankah semboyan kamu" aku datang membawa uang, aku pulang mau minta uang".

"Sialan loe, jangan ungkit masa lalu dong, yang lalu biarlah berlalu".

"Sorry sorry, ayo kita masuk".

   Mereka berdua pun masuk ke sekolahan barunya, lebih tepatnya, mereka adalah murid pindahan di sekolah ini. Mereka berasal dari Jakarta, mereka pindah karena orang tua mereka ingin usaha berjualan beras di kampung. Mereka adalah dua saudara kembar. Samonelast adalah kakaknya dan Ricuva adalah adiknya.

   Suasana sekolahan masih sangat sepi, teras-teras sekolahan masih kosong tak ada yang mengisi. Sekolah swasta yang begitu luas dan mewah ditambah dengan bangunan berlantai tiga yang melingkari lapangan basket sekolah, menambah keelitan sekolah ini. Tak hanya itu, pohon-pohon beringin pun tampak tumbuh subur di areal sekolahan ini.

"Weleh weleh, gede banget ya sekolahan baru kita ini" ucap Ricuva terkagum-kagum.

"Betul, tapi agak menyeramkan juga sih. Sekolah kok penuh pohon beringin begini?" Ucap Samonelast heran.

"Loh, memangnya kenapa kak? Itu kan malah bagus, udara di sekolahan jadi sejuk dan mengurangi panas dari matahari kalau disiang hari".

"Kau betul, tapi batinku ada yang aneh".

"Aneh apanya? Sekolahan mewah kayak gini dibilang aneh. Otakmu saja yang lagi kongslet mungkin".

"Bukan sekolahan ini".

"Lalu?".

"Aneh, cewek secantik itu kok sendirian di situ? Aku samperin ah?" Ucap Samonelast dengan tersenyum genit.

"Ooohh, dasar mesum, belum ada sehari saja sudah kumat sifat  genitnya".

   Ricuva pun mengikuti kakaknya yang sedang menuju ke tempat gadis itu. Samonelast sepertinya jatuh hati dengan cewek chinese berambut lurus sebahu itu. Tanpa basa-basi, ia langsung menyapa gadis itu.

"Hay, selamat pagi".

   Gadis itu diam saja, ia hanya menoleh tajam ke arah Samonelast. Samonelast pun jadi salah tingkah, terlebih ia menyadari bahwa ia adalah murid baru yang seharusnya tidak bertindak sok.

"Maaf atas ketidaksopananku ini" ucap Samonelast.

"Kenapa kalian masuk ke sekolahan ini?" Tanya gadis itu dengan dingin.

   Samonelast dan Ricuva heran mendengar pertanyaan dari gadis itu.

"Mengapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Samonelast.

"Mengapa kamu bertanya balik? Apa kamu tidak tahu aturan dan sopan santun. Ditanya ya harus dijawab, bukan balik tanya" ucap gadis itu ketus.

"Wah, benar-benar cewek sombong nih mentang-mentang cantik. Tujuan kami masuk ke sini ya jelas untuk belajar, untuk menuntut ilmu, gak mungkinkan kami mau ngemis?!" ucap Ricuva balik sewot.

"Kalian akan mendapat banyak masalah".

"Masalah apa?" Tanya Samonelast.

"Kalian nikmati saja alur di sini, kalian akan mengerti sendiri" ucap gadis itu yang terlihat akan pergi dari hadapan Samonelast dan Ricuva.

"Tunggu, kau belum memperkenalkan namamu?" Ucap Samonelast.

"Isabel" ucap gadis itu lalu berjalan pergi.

"Benar-benar sombong, dia bahkan tak ingin tahu siapa nama kita" ucap Ricuva.

   Isabel kemudian menghentikan langkahnya, ia lalu melirik ke arah  Samonelast dan Ricuva yang berada tak jauh di belakangnya.

"Senang berkenalan dengan kalian. Samonelast, Ricuva" ucap Isabel lalu kembali berjalan.

"Dari mana dia tahu nama kita?" Ucap Ricuva heran.

"Tak salah lagi, dongeng tentang sekolah ini benar-benar nyata" ucap Samonelast.

"Dongeng apaan, aku ngga mengerti kak?".

"Kamu memang orangnya pelupa. Dulu kan almarhum kakek kita pernah bilang, ketika kita sudah lulus SMP, kita harus melanjutkan sekolah di sekolah ini".

"Ya jelas, ini sekolahan favorit, di Jakarta saja orang pada tahu".

"Kita bukan hanya dituntut untuk belajar, kita juga dituntut untuk mendapatkan mata emas" ucap Samonelast.

"Hah, hahahahaha, mata emas? Ngapain cari mata emas di sini? Di toko emas juga banyak yang jual mungkin".

"Bukan emas perhiasan dodol, tapi kekuatan mata emas, kekuatan yang setara dengan kekuatan mata hitam atau black eye".

"Kekuatan mata emas? Aku sungguh tidak mengerti".

"Huft, kamu suka tidur sih kalau kakek lagi bercerita. Kekuatan mata emas adalah kekuatan mata yang bisa digunakan untuk menghancurkan kekuatan mata hitam. Mata hitam adalah kekuatan mata iblis yang ada di sekolahan ini, yang kadang mata mereka di salurkan kepada siswa-siswa licik agar mereka dapat mengetahui jawaban setiap soal ulangan, ujian, bahkan lainnya" ucap Samonelast dengan wajah serius.

"Sulit dipercaya. Terus, bahkan lainnya itu apalagi?".

"Mereka juga bisa mengerti isi hati manusia, menghipnotisnya, kecuali kepada orang yang memiliki salah satu dari 10 kekuatan warna mata".

"Apa saja warna kekuatan mata tersebut?".

"Putih, abu-abu, ungu, biru, hijau, kuning, orange, merah, coklat, dan emas".

"Hitam tidak termasuk?".

"Tidak, itu kekuatan mata iblis!!".

"Berarti kita dalam masalah besar, kita tidak akan mungkin dapat prestasi di sekolah ini, isi hati kita juga dapat terbaca, dan kita tidak tahu siapa murid di sini yang memiliki kekuatan mata hitam, atau jangan-jangan gadis tadi itu salah satu pemilik dari kekuatan mata hitam, hingga dia bisa tahu nama kita tanpa kita memberitahunya".

"Bisa jadi".

"Bisa jadi?!" Ucap Ricuva tercengang.

"Ahh sudahlah, tak perlu jadi beban, meskipun kita dituntut untuk mendapatkan kekuatan mata emas, tapi tujuan utama kita adalah untuk belajar agar kita sukses dimasa depan" ucap Samonelast.

"Kau betul kak, bukankah kita akan menjadi pengusaha sukses di negeri ini, bahkan sampai ke luar negeri" ucap Ricuva.

"Ya, kita kejar mimpi itu".

   Pagi semakin menua, siswa-siswi di sekolahan tersebut sudah banyak yang berdatangan. Seperti kebanyakan siswa pada umumnya, sebelum jam pelajaran dimulai, mereka asyik mengobrol dan bercanda dengan teman-temannya. Di teras sekolah, kantin, atau pun di dalam kelas.

   Beberapa saat kemudian, bel tanda dimulainya pelajaran pun berbunyi. Samonelast dan Ricuva langsung masuk ke dalam kelas yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.


   Masuknya Samonelast dan Ricuva ke dalam kelas, membuat suasana menjadi gaduh. Mereka berdua mendapatkan sambutan yang istimewa, bukan istimewa karena mereka berdua dikagumi, tapi karena mereka berdua dibenci dan dicaci.

   Tiba-tiba sebuah penghapus papan tulis meluncur deras ke arah Samonelast, ia tak bisa menghindar dan hanya bisa memejamkan kedua matanya, namun penghapus itu terpental dengan sendirinya dan mengenai si pelempar tadi.

   Sontak suasana kelas langsung sunyi. Seorang murid laki-laki berbadan kekar dan hitam serta berambut cepak yang tak lain adalah orang yang terkena penghapus tadi, bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Samonelast. Ia terlihat sangat marah, Ricuva yang berada di samping Samonelast pun ketakutan.

"Kita akan mati kak" ucap Ricuva.

"Tenang, dia tak mungkin membunuh kita, paling-paling kita dapat bogem, paling parah ya kita masuk UKS" ucap Samonelast.

"Gila loe".

   Kini laki-laki itu sudah berdiri 2 meter di hadapan mereka.

"Aku terkesan dengan kekuatan kamu"  ucap laki-laki itu.

"Terkesan? Aku bahkan tidak melakukan apapun" ucap Samonelast.

"Perkenalkan, namaku Joe, pemimpin di kelas ini. Kalian pasti akan mendapat perlakuan yang baik di sini karena kalian memiliki kekuatan mata".

"Kekuatan mata? tapi kami tidak memilikinya?" ucap Ricuva.

"Kau mungkin tidak memilikinya Ricuva, tapi Samonelast memilikinya" ucap Joe.

"Kau tahu nama kami? Apa kau pemilik kekuatan mata hitam?" tanya Samonelast.

"Oh tidak, kekuatan mata hitam adalah musuh kami. Aku adalah pemilik kekuatan mata coklat, tingkat yang paling tinggi di kelas ini" ucap Joe.

"Dan kau pikir aku memiliki kekuatan mata? Kekuatan mata yang seperti apa?" Tanya Samonelast.

"Entahlah, aku belum tahu pasti, tapi melihat auramu, kau sangatlah kuat".

"Terima kasih atas pujiannya, dan sekarang kami ingin duduk" ucap Samonelast.

"Karena aku kagum dengan kamu, kamu boleh duduk di mana saja. Bahkan aku akan lebih senang jika kamu menendang salah satu dari mereka, dari tempat duduknya" ucap Joe.

   Samonelast tidak menggubris perkataan dari Joe, Ia dan Ricuva menuju ke kursi yang masih kosong, tak lama kemudian seorang guru laki-laki masuk ke dalam kelas.

"Selamat pagi anak-anak" sapa guru tersebut.

"Pagi pak" sahut kami semua.

"Oh iya, kalian berdua murid baru ya di sekolahan ini?" Tanya guru itu kepada Samonelast dan Ricuva.

"Iya pak" jawab mereka berdua.

"Bagus, belajar yang rajin di sini ya" ucapnya.

   Ricuva merasa aneh terhadap guru itu.  Aneh terhadap matanya, karena mata kiri guru itu di tutup seperti bajak laut.

"Pak, apakah kami tidak disuruh untuk memperkenalkan diri? Tanya Ricuva.

"Tak perlu, aku dan semua yang ada di kelas ini sudah tahu nama kalian berdua" ucap guru itu.

"Tapi kami tidak tahu siapa nama pak guru?" Ucap Ricuva.

"Jonathan".

    Ricuva kemudian tersenyum kecut, dalam hatinya berkata " aku benar-benar masuk kedalam sekolah yang gila, sekolah yang penuh dengan misteri".

   Tiba-tiba semua orang yang ada di dalam kelas kecuali Samonelast, memandang Ricuva dengan tajam.

                             BERSAMBUNG

#ricuvani jum'at, 09 Oktober 2020 15:36

Komentar

  1. Wah, simonelest punya kekuatan mata? Kekuatan mata itu kaya cakra? Jadi penasaran kelanjutannya... keep going ceritanya, menarik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siappp, aku terinspirasi dari naruto,,,tapi kekuatannya berbeda, bukan sharingan, rinnegan atau byakugan 😂😂

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

KONTRAK CINTA

KUTUKAN CINTA