HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

PULANGLAH

 

Malam yang dingin dan sepi.
Berselimut kumal beralas kertas kardus robek.
Termakan waktu dan termakan pemakaian.
Perut keroncongan sudah biasa menyapa.

Cacing-cacing perut mengamuk dan berteriak.
Uang sudah menipis di dalam kantong celana.
Satu lembar uang kertas 5000 dan 2 keping uang logam 500.
Hanya cukup untuk membeli sebungkus nasi putih dan tempe goreng satu biji.

Badan kecil, kurus dan gemetar.
Ia bangkit dari singgasananya.
Bukan singgasana raja.
Tapi singgasana depan pohon uang yang pemiliknya ingin menjadi raja.

Tangan terlalu lemah untuk memegang uang.
Hingga telapak tangan melepas sumber pencari tenaga.
Uang jatuh dan masuk ke dalam selokan.
Hilang terbawa arus air hitam, kotor dan bau.

Ingin si pemuda malang itu menangis sedih.
Tapi itu sudah rutin ia lakukan setiap hari.
Setiap hari pula hidupnya selalu sama.
Tak ada perubahan walaupun menangis sampai air mata darah.

Dalam rasa lapar, ia hanya mengingat suatu penyesalan.
Penyesalannya kabur dari rumah beberapa tahun lalu.
Ia takut menemui orangtuanya.
Karena ia tidak lulus dari SMA.

Orangtuanya menaruh harapan besar kepadanya.
Tapi ia kecewakan dengan selembar kertas kelulusan.

Salahnya yang tidak pernah rajin belajar.
Warnet menjadi tempat nongkrongnya.
Membuka situs-situs terlarang.

Kini nasi belum sepenuhnya menjadi bubur.
Masih ada kesempatan untuk kamu merubah nasib.
Asal kamu mau membuang rasa takutmu dan sifat malasmu.

Temui orangtuamu, dan meminta maaflah kepada mereka.
Tidak ada orangtua yang tidak akan memaafkan anaknya.
Pulanglah!!!


#ricuvani selasa, 22 september 2020 20:03

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

KONTRAK CINTA

KUTUKAN CINTA