HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

KUTUKAN CINTA


   "Berhentilah menangis, atau aku akan ikut menangis biar orang-orang memandang kita seperti orang gila".
   Perlahan isak tangis cewek yang tidak dikenal oleh Dio mulai berhenti. Matanya yang merah menatap tajam ke arahnya.
   "Kamu siapa?! Kamu tidak punya hak untuk mencampuri urusan saya. Kita tidak saling kenal".
   Dio mendesah pelan, kakinya mulai berjalan melangkah lebih dekat ke cewek tersebut. Kini pantatnya sudah menyentuh kursi yang diduduki si cewek galau itu.
   "Kita memang belum saling kenal, tapi sebagai pangeran cinta, aku tidak akan membiarkan seorang wanita menangis tanpa ku hilangkan tangisannya. Ceritakanlah masalahmu".
   Si cewek berambut hitam lurus panjang sebahu, dengan bandana plastik menghias kepalanya, tak kuasa untuk menahan lagi tangisannya. Kali ini dia menangis lebih keras, tetapi kepalanya disenderkan ke bahu kiri Dio.
   Dio menatap iba, tangan kanannya secara lembut mengusap kepala cewek tersebut.
   "Ya sudah, keluarkanlah semua air matamu, tidak ada salahnya dengan tangisan, karena manusia setegar apapun, seumur hidupnya pasti pernah menangis".
   Mentari berjalan begitu cepat. Tanpa terasa hari sudah beranjak senja, dua muda-mudi itu masih ada di taman kecil, di sudut kota Bintaro Sektor 2. Posisi masih sama. Di atas kursi coklat panjang satu meter.
   Namun suasana sudah berbeda. Cewek tersebut sudah bisa menyunggingkan senyumannya yang manis. Wajahnya putih mulus dan glowing. Saat berdiri, tubuhnya standar orang Indonesia dengan tinggi badan 168 CM. Berbadan indah seperti Anya Geraldine.
   Mereka terlihat semakin akrab. Dio sang pangeran cinta memang jagonya meluluhkan hati wanita, tapi dia bukan buaya atau garangan. Dia lelaki yang setia, sebagai buktinya, selama menjalin cinta, dia yang selalu diselingkuhi, bukan menyelingkuhi.
   Dengan motor supra x125 tahun 2013. Yang dibelinya dalam kondisi second, dikredit 3 tahun pula, dia pede menawarkan boncengan kepada cewek tersebut yang telah diketahui namanya, yaitu Vani. Tapi Vani menolaknya dengan halus, dengan beralasan "besok-besok saja ya".
   Dio terima dengan lapang dada. Kata-kata "besok-besok saja ya" menandakan bahwa ia ingin bertemu lagi dilain waktu. Mungkin saat ia sudah benar-benar move on dari tunangannya yang brengsek. Yang tega menghamili orang lain, padahal ia sudah memiliki Vani. Dasar penjahat cinta.
   Dio merasa Vani memiliki nasib yang sama dengannya perihal cinta. Bedanya cuma pada alasan disakitinya. Dio ditinggal nikah sama pacarnya yang lebih memilih lelaki yang lebih mapan darinya. Sedangkan Vani dikhianati oleh perbuatan bejad tunangannya.
   Bulan syahdu terang berbentuk bulat dimalam minggu . Langit juga bertabur bintang yang berkedap-kedip dengan genitnya. Bila berjalan-jalan keluar sendirian hanya akan menambah pilu bagi kaum-kaum jomblo yang kesepian, karena pasti di sepanjang jalan akan ditemukan pasangan-pasangan kekasih yang memadu cinta dengan semaunya.
   Dio memutuskan untuk berdiam diri di depan kos-kosannya sambil menulis puisi-puisi cinta galau yang nantinya akan dibagikan ke status facebooknya.
   Puisinya lebih banyak terinspirasi dari pengkhianatan mantan pacarnya. Ia sampai nyesek selama 2 minggu. Tidak enak makan, tidak enak minum, tidak nyenyak tidur, apalagi tertawa.
   Sebuah pesan WA menghentikan ketikan puisinya. Pesan tersebut berasal dari seseorang yang bernama Bidadari Cengeng (inisial nama di kontak WAnya untuk Vani).
   "Di, sekarang kamu lagi sibuk ngga? Bolehlah kita ketemuan kalau kamu lagi ngga sibuk" tulis pesan WA tersebut.
   "Jomblo kalau lagi libur kerja mana pernah sibuk. Kebetulan sekali aku butuh temen untuk menghabiskan malam yang panjang ini" balas Dio.
   "Kamu jemput aku di kosan ya? Alamatnya nanti aku sharelock".
   "Ok".
Ini akan menjadi pertemuan kedua mereka, karena setelah pertemuan pertama di taman. Ada jeda yang namanya pikir-pikir. Pikir-pikir apakah hubungan mereka akan berlanjut pacaran, atau cuma sekedar numpang lewat saja dihari itu.
   Mungkin hubungan mereka akan berlanjut lagi. Lihat si pangeran cinta dengan pedenya mempersilahkan bidadari cengeng untuk naik ke motor bebeknya di kursi penumpang.
   "Neng, motorku memang cuma motor bebek. Tapi lihat orangnya, cukup gantengkan untuk diajak jalan berdua denganmu?".
   "Idih, pede banget sih kamu, hahaha".
   "Hahaha, ngomong-ngomong, kita mau kemana nih?"
   "Terserah kamu, kamukan katanya pengeran cinta, pasti bisalah kamu memilih tempat yang cocok dan menarik".
   "Okelah, kita akan ke pinggir danau bugenfil. Dijamin indah dan menarik. Kita bisa lihat kembang api dari arah seberang danau yang biasanya dinyalakan pukul 9 malam".


   Jarak danau dari kosan Vani sekitar 5 kilometer. Memakan perjalanan kurang lebih 25 menit karena jalanan macet. Banyak yang pergi bermalam minggu. Biasanya Dio merasa iri dengan mereka, namun saat ini kondisinya berbeda, akhirnya setelah sekian lama menunggu, ada juga seorang wanita yang memeluknya dari belakang di atas sepeda motor.
   Ia juga tidak iri melihat di sepanjang trotoar, angkringan, taman. Banyak pasangan muda-mudi duduk bersama berbual tentang cinta, karena sebentar lagi ia pun akan merasakannya bersama dengan Vani.
   Kini mereka sudah sampai di tepi danau. Mereka duduk berleseh di atas papan kayu yang ada di pinggir danau. Membual tentang cinta, menceritakan kepedihannya masing-masing. Bahkan Vani berniat untuk balas dendam kepada mantan tunangannya.
   "Kamu gila apa?! Aku suruh hamilin kamu agar mantan tunanganmu yang masih cinta sama kamu, merasakan kepedihan yang sama?! Itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan pernah menodai seorang wanita sebelum ia resmi menjadi istriku".
   Vani perlahan tertawa, dan tertawanya mulai tidak terkendali. Dio panik, takut kalau ia kerasukan makhluk penghuni danau.
   "Waduh!! Kamu kerasukan setan ya? Kalau mau kerasukan lihat-lihat situasi dong. Kagak ada orang pintar nih di sini!!".
   Vani kemudian menghentikan tawanya, diganti dengan senyuman yang anggun dan mempesona.
   "Sudah kuduga, kamu memang berbeda dari laki-laki lainnya. Aku cuma menguji iman kamu loh. Aku jadi makin percaya, kamu adalah orang yang tuhan kirimkan untuk mengisi kekosongan hatiku".
   "Yakin kamu percaya sama aku? Kitakan baru dua kali bertemu".
   "Ya, kita memang baru dua kali bertemu. Tapi jeda waktu seminggu sampai pertemuan kedua ini terjadi, aku selalu bertemu denganmu dalam mimpi".
   "Kalau seperti ini keadaanya, haruskan aku tembak kamu malam ini?".
   "I love you too".
   "Belum juga nembak udah diterima, hahaha. Ya sudah, malam ini kita jadian".
   Kembang api mulai bertaburan di atas langit, Mungkin mereka ingin merayakan bersatunya dua insan yang sama-sama tersakiti karena cinta. Berusaha bersatu untuk saling mengobati luka.
   Bulan yang bulat terang , bintang-bintang yang bertaburan di langit, ikut menyinari malam mereka yang indah. Sebuah kecupan di kening Vani dari Dio, dijadikan sebagai tanda kontrak cinta diantara mereka.
   Baik Dio maupun Vani menjalani hari dengan lebih indah dari biasanya. Segala bentuk pacaran yang sehat sudah mereka lakukan. Dinner, jalan-jalan ke puncak, berduaan di taman, nonton bioskop, dll. Hingga terselip dalam pikiran Vani untuk meresmikan hubungan mereka dalam kursi pelaminan.
   Terlebih bagi seorang wanita, belum menikah diusia 25 tahun cukup mengganggu pikirannya. Ia malu karena sering ditanya oleh temannya "kapan nikah?".
   Di malam yang berbulan sabit, di kursi taman tempat mereka pertama bertemu. Vani mengutarakan isi hatinya untuk segera dilamar oleh Dio.
   "Maaf neng, bukannya aku tidak mau menikahimu. Tapi untuk saat ini aku belum ada modal untuk menghalalkanmu. Gajiku sebagai security masih pas-pasan, masih untuk membayar cicilan bank. Beri aku waktu satu tahun lagi, insya Alloh aku akan melamarmu".
   "Ya udah deh kalau itu alasanmu, aku akan menunggunya".



   Seminggu setelah pertemuan itu, Vani pulang ke kampung halamannya. Dio merasa kehilangan, meskipun Vani berucap hanya akan pulang untuk sementara waktu karena kangen dengan keluarganya, tapi Dio merasa bahwa Vani tidak akan kembali lagi. Ia bisa membaca dari mata dan nada bicaranya yang tampak tidak memegang janji.
   Apa yang dikhawatirkan Dio mulai terbukti. Semenjak Vani pulang kampung. Ia hilang kontak dengannya. Ditelpon tidak diangkat, dichat WA cuma dibaca.
   Hingga dua minggu kemudian, Vani membagikan sebuah status WA berupa foto tenda biru bertuliskan "tidak sabar untuk menunggu hari lusa".
   Dio benci pikirannya, ingin ia menanyakan maksud dari status tersebut. Tetapi ia terlalu lemah untuk menanyakannya.
   Hingga pada status kedua menjawab semuanya. Foto undangan pernikahan yang bertuliskan Dewi Vani Anjani dan Cowok brengsek mantan tunangannya dahulu.
   Dio merasa cintanya seperti dipermainkan. Tidak ada kata pisah, tidak ada kata putus. Tapi ia langsung ditinggal nikah begitu saja.
   "Ternyata kamu tidak mau menungguku neng, kamu malah lebih memilih menikah dengan orang yang dulu pernah melukaimu".
   "Aku akan sulit melupakan pengkhianatan ini, tapi sebagai orang yang pernah singgah di hatimu, aku akan mendo'akanmu, semoga kamu tidak disakiti untuk yang kedua kalinya oleh dia. Karena jika hal itu terjadi, belum tentu ada orang yang mau jadi tempat persinggahan sementaramu seperti aku ini".
   Sekali lagi, Dio masih jadi orang yang selalu di sakiti. Entah kapan kutukan cinta dalam hidupnya akan menghilang. Dio hanya bisa berharap keajaiban dari tuhan.

#ricuvani minggu, 27 september 2020 12:39

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

PUISI UNTUK MANTAN KEKASIH