HATIKU ITU SEMPIT

Gambar
Kau bilang ku yang termanis... Itu sudah biasa. Kau bilang aku yang terbaik... Sudah sering ku dengar. Kau puji aku setiap hari. Hingga hatiku bergetar...cinta... Tak sanggup menahan bahagia. Kau nyaman berada di sisiku. Ku harap itu bukan bualan. Yang kan menguap disiang hari. Saat panas hati tak tertahankan. Melihat yang lebih baik dari aku. Orang kaya itu banyak. Orang ganteng juga banyak. Yang tulus sama kamu? Cuma diriku. Aku tak akan kembali lagi. Jika kamu berkhianat sekali. Karna prisip cintaku hanya ada satu. Setialah sampai mati. Karna aku juga orang yang setia. Berhenti mencari cinta saat kutemukan dirimu. Karena ruang hatiku itu sempit. Hanya cukup untuk kamu sayang... #ricuvani Sabtu, 14 Oktober 2020 11:22

DEMAM ASMARA


Malam ini sepertinya mendung.
Meski tak terlihat jelas dimataku.
Karena tersamarkan...malam yang pekat.
Namun terasa...karena bulan dan bintang tak ada.

Jalanan ibukota terasa sepi.
Mata melihat keramaian.
Namun tersamarkan oleh sebuah kerinduan.
Kerinduan yang cukup dalam dan tak bisa diukur.

Aku merindukan seseorang yang jauh di sana.
550 kilometer...melalui jalan buatan manusia.
Meski jauh...namun terasa dekat.
Dekat di hati dan melekat di otak.

Meski diri belum melihatmu secara langsung di bawah langit.
Namun kalbuku...tidak pernah salah berfirasat.
Hanya dengan chatting-chatting manis darimu.
Aku tau...kaulah yang selama ini kutunggu.

Bukan aku yang mudah percaya dengan kata-kata.
Namun naluri bisa merasakan...
Mana kata-kata yang bernyawa.
Dan mana kata-kata yang kosong.

Kamu orang pertama yang mau melukis wajahku.
Setelah orang yang lalu...hanya mau dilukis olehku.
Aku tidak peduli...kamu mau melukis wajahku dengan hati atau tidak.

Karena aku tau.
Saat pertama kali kamu mengambil alat lukis.
Kamu sudah memakai hati dan perasaan.

Perbedaannya...
Hati dan perasaanmu...mengalir ke lentik jarimu.
Membuat lukisan wajahku yang kau buat.
Sangat mirip dan hidup.

Sedangkan aku...
Aku tertahan di pergelangan tangan.
Maka izinkanlah aku menggenggam lentik jarimu.
Agar hati dan perasaanku...mengalir ke jari-jariku.
Tidak lagi...tersumbat demam asmara.

Demam asmara yang cukup menyiksa.
Saat rindu sudah meronta di ubun-ubun hati.
Namun waktu belum peduli.
Dan keadaan...masih bertamasya di seputaran palung hati.

Namun aku selalu percaya dengan sifat cinta.
Yang pasti akan mengalir menuju hulu cinta.
Saat dua insan telah di takdirkan untuk bersama.
Aku dan kamu...
Maka satpol pp cintapun...tidak bisa menggusurnya.

Teruntuk kamu...dek Winda.
Orang yang belum dapat ku sentuh.
Semoga...kamu melihat...aku membuat puisi ini untukmu.

#ricuvani kamis, 01 oktober 2020 11:50

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HONEYKU

KONTRAK CINTA

KUTUKAN CINTA